Teknologi Laser Untuk Sejata Perang

http://images.fastcompany.com/upload/2012.0306.fastco.laser.jpgUntuk mengetahui bagaimana cara laser bekerja sebaiknya kita pahami apa itu laser. Yang perlu di ingat laser adalah sumber cahaya. Coba kita lihat cahaya disekeliling kita, contohnya lampu pijar. Lampu pijar mengirim gelombang cahaya ke berbagai arah.
Gelombang cahaya ini mirip dengan gelombang air yang punya puncak dan lembah, titik tertinggi dan terendah. Jika kita mampu melihat gelombang cahaya dari lampu pijar tersebut, kita akan melihat gelombang yang datang mengenai kita terus menerus. Cahaya putih yang kita lihat itu merupkan kombinasi dari banyak frekwensi cahaya.

Bandingkan dengan lampu senter, cahayanya lebih fokus dari pada lampu pijar yang tergantung di langit -langit rumah. Cahaya senter ini masih terdiri dari banyak frekwensi cahaya bedanya pergerakan gelombang lampu senter dalam satu arah.

Kalau laser lebih fokus lagi dari lampu senter. Laser terbuat dari satu panjang gelombang cahaya yang puncak kepuncak dan lembah kelembahnya selalu sinkron. Jadi gelombang cahayanya tidak menggangu gelombang cahaya yang lainnya. Karena laser sangat fokus, maka ia dapat menjangkau jarak yang sangat jauh. Dan yang lebih penting lagi daya yang dihasilkan laser antara 1.000 sampai 1.000.000 kali lebih kuat dari bola pijar, bayangin aja panasnya!

Laser untuk senjata meliter

Ada beberapa jenis laser yang digunakan dalam industri militer, tapi yang sangat dikembangkan adalah free electron laser (FEL) yang terdiri dari electron injector, a particle accelerator and a magnetic undulator or wiggler. Cara kerja senjata laser tipe ini adalah:

  •     electron injector menginjeksikan elektron bebas ke partcle accelerator
  •     particle accelerator akan mengakselirasi elektron samapi kecepatan cahaya (300.000             km/detik)
  •     elektron akan berpindah ke undulator dengan serangkain magnet
  •     didalam wiggler elektron akan berosilasi maju mundur, Saat membelok elektron akan memancarkan cahaya dengan panjang gelombang yang spesifik
    Penempatan magnet didalam wiggler akan mengontrol panjang gelombang yang dipancarkan. Laser jenis ini dapat diatur dengan cara mengatur jarak magnetnya.
Nah begitulah kira-kira cara kerja senjata laser.
Baca juga Artikel ini :

Teknologi Laser Untuk Kecantikan

http://www.suarapembaruan.com/media/images/medium2/20111109230857146.jpgLaser sudah sejak lama digunakan dalam berbagai bidang termasuk dalam dunia kedokteran dan kecantikan. Tak diragukan lagi, teknologi laser menjadi cara paling efektif untuk menyamarkan tanda-tanda penuaan.

Selain menghilangkan pigmentasi di kulit, terapi laser juga bisa dimanfaatkan untuk pengencangan kulit wajah, menghilangkan bulu, pengencangan kulit tubuh, pelangsingan, mengatasi jerawat, pemancungan hidung, atau pelebaran mata. Namun, menurut Kusmasrinah Bramono, dokter spesialis kulit dari Jakarta Skin Centre, terapi laser untuk mengurangi keriput paling banyak disukai kaum wanita.

Misalnya saja di RSCM Jakarta, angka kunjungan bedah plastik di rumah sakit tersebut adalah untuk perawatan estetika. "Saat ini makin banyak orang yang khawatir pada penuaan. Kebanyakan memilih terapi laser untuk rejuvenation atau meningkatkan kekenyalan kulit," kata Rin, panggilan akrab Kusmarinah.

Kebanyakan konsumen memilih terapi laser karena alasan lebih cepat mendapatkan hasil yang diinginkan, selain juga karena tanpa efek samping. Menurut Rin, bila dibandingkan dengan obat topikal (krim oles) atau dermabrasi dan peeling, terapi laser memang lebih efektif mengencangkan kulit.

Meski begitu, tetap ada aturan pasca tindakan yang perlu dipatuhi oleh pasien agar hasil laser lebih maksimal. "Ada jenis terapi laser yang membutuhkan waktu pemulihan tiga bulan," jelas Rin. Selama proses pemulihan, pasien tidak diperbolehkan berada di bawah sinar matahari agar kulit tidak infeksi.

Seperti dijelaskan oleh dokter Rin, cara kerja sinar laser adalah dengan membuat luka atau peradangan di dalam kulit akibat panas dari sinar laser. "Peradangan ini diperlukan untuk merangsang keluarnya asam aminopeptide yang akan memberi sinyal pada sel untuk melakukan regenerasi," ujarnya. Sehingga kulit lebih banyak memproduksi kolagen agar kulit terlihat kencang.

Menurut jenisnya, ada beberapa jenis terapi laser, yakni laser ablatif dan non ablatif. Teknik laser ablatif merupakan jenis laser yang menimbulkan luka di luar atau bertindak seperti pengelupasan. Laser ini menggunakan panjang gelombang 532 nm, dan 1064 nm. Teknik ablatif cukup dilakukan satu kali dalam sebulan. "Laser ablatif membutuhkan waktu tiga bulan untuk pemulihan namun hasilnya lebih bagus dan biayanya lebih murah," kata dokter yang juga staf pengajar di Fakultas Kedokteran UI ini.

Sayangnya waktu pemulihan yang lama dan efek kemerahan di wajah membuat laser ablatif kurang disukai. Pasien lebih menyukai laser non ablatif yang memanfaatkan panas untuk merangsang pertumbuhan kolagen. "Lukanya ada di dalam namun tetap ada efek kemerahan sedikit. Hasilnya tidak sebagus yang ablatif, " kata Rin. Teknik yang dilakukan selama 30 menit ini perlu dilakukan paling tidak lima kali dalam sebulan.

Perkembangan teknologi yang pesat saat ini memungkinkan pasien mendapatkan terapi laser fraxel yang menggabungkan teknik ablatif dan non ablatif. "Dengan cara ini luka yang dibuat kecil-kecil sehingga penyembuhannya lebih cepat namun hasilnya sebagus laser ablatif," papar Rin.

Segala usia
Meski terapi laser banyak dilakukan oleh wanita dewasa, namun menurut Rin anak-anak pun boleh mendapatkan terapi ini. "Bisa untuk menghilangkan tanda lahir yang mengganggu penampilan," katanya. Namun, Rin mengingatkan kalau terapi sinar laser menimbulkan rasa panas di kulit sehingga akan terasa sakit.

Meski setiap orang bisa melakukan tindakan laser, namun ada beberapa hal yang perlu diketahui oleh pasien. Antara lain mencari informasi yang lengkap sebelum melakukan tindakan, mengetahui pilihan-pilihan terapi dan perawatan pasca tindakan, serta kesiapan mental pasien sendiri.

Selain itu, yang tak kalah penting adalah mengetahui biaya yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan hasil seperti yang diinginkan. Menurut Rin, untuk setiap kali tindakan laser, pasien harus mengeluarkan uang dua juta rupiah. Padahal, untuk mendapatkan hasil maksimal tidak mungkin hanya dilakukan dalam satu kali tindakan.
Baca juga Artikel ini :

Apa Itu Laser??


http://plaza.ufl.edu/dwhahn/LaserPhoto5.jpg
Halo para Agan-agan Kali ini Agent Bola dan IDNPOKER akan berbagi informasi tentang Laser.
Laser (singkatan dari bahasa Inggris: Light Amplification by Stimulated Emission of Radiation) merupakan mekanisme suatu alat yang memancarkan radiasi elektromagnetik, biasanya dalam bentuk cahaya yang tidak dapat dilihat maupun dapat lihat dengan mata normal, melalui proses pancaran terstimulasi. Pancaran laser biasanya tunggal, memancarkan foton dalam pancaran koheren. Laser juga dapat dikatakan efek dari mekanika kuantum.

Dalam teknologi laser, cahaya yang koheren menunjukkan suatu sumber cahaya yang memancarkan panjang gelombang yang diidentifikasi dari frekuensi yang sama, beda fase yang konstan[1] dan polarisasinya. Selanjutnya untuk menghasilkan sebuah cahaya yang koheren dari medium lasing adalah dengan mengontrol kemurnian, ukuran, dan bentuknya. Keluaran yang berkelanjutan dari laser dengan amplituda-konstan (dikenal sebagai CW atau gelombang berkelanjutan), atau detak, adalah dengan menggunakan teknik Q-switching, modelocking, atau gain-switching.

Dalam operasi detak, dimana sejumlah daya puncak yang lebih tinggi dapat dicapai. Sebuah medium laser juga dapat berfungsi sebagai penguat optik ketika di-seed dengan cahaya dari sumber lainnya. Sinyal yang diperkuat dapat menjadi sangat mirip dengan sinyal input dalam istilah panjang gelombang, fase, dan polarisasi; Ini tentunya penting dalam telekomunikasi serat optik.

Sumber cahaya umum, seperti bola lampu incandescent, memancarkan foton hampir ke seluruh arah, biasanya melewati spektrum elektromagnetik dari panjang gelombang yang luas. Sifat koheren sulit ditemui pada sumber cahaya atau incoherens; dimana terjadi beda fase yang tidak tetap antara foton yang dipancarkan oleh sumber cahaya. Secara kontras, laser biasanya memancarkan foton dalam cahaya yang sempit, terpolarisasi, sinar koheren mendekati monokromatik, terdiri dari panjang gelombang tunggal atau satu warna.

Beberapa jenis laser, seperti laser dye dan laser vibronik benda-padat (vibronic solid-state lasers) dapat memproduksi cahaya lewat jangka lebar gelombang; properti ini membuat mereka cocok untuk penciptaan detak singkat sangat pendek dari cahaya, dalam jangka femtodetik (10-15 detik). Banyak teori mekanika kuantum dan termodinamika dapat digunakan kepada aksi laser, meskipun nyatanya banyak jenis laser ditemukan dengan cara trial and error.